Sejarah Fire Walking

Fire walking

Sejarah Fire Walking atau Seni kuno berjalan di atas api relatif tidak dikenal banyak orang. Di Indonesia sudah lama ada seni tarian menggunakan api dan main bola dengan bola api dari buah kelapa yang direndam cairan yg mudah terbakar.

Namun meskipun berjalan di atas api relatif baru bagi kita, banyak budaya di seluruh dunia telah mempraktekan ritual menggunakanapi  bahkan sejak sejarah awal manusia yang tinggal di gua dan duduk di sekeliling api unggun. Bahkan ada yang mengklaim firewalking dan doa adalah dua ritual tertua di planet ini. Dalam Alkitab kita bisa menemukan referensi firewalking: Amsal 6:28: ‘Dapatkah seseorang pergi ke atas bara panas, dan kakinya tidak terbakar’; dan Yesaya 43: 2: ‘Ketika engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan terbakar’.

Kekaisaran Roma tercatat membebaskan seseorang dari kewajiban membayar pajak jika mereka bisa menunjukkan kemampuan mereka untuk berjalan di atas api tanpa membakar. Semak api di Afrika tari api sebagai ritual penyembuhan yang kuat untuk suku mereka. Upacara mereka tidak hanya mencakup jalan api, tetapi juga berguling-guling di atas api. Anastenarides Yunani menari di atas bara panas selama berjam-jam untuk menghormati Santo Constantine dan Saint Helen. Kahunas Hawaii membiarkan lava cair sedikit membeku hingga cukup untuk menahan berat badan mereka sebelum mereka berjalan di atasnya. Tarian tradisional Pepe-Pepeka Baine dari Sulawesi Selatan tubuh wanita disulut api namun tidak terbakar, bahkan baju yang dikenakan pun tidak terbakar. Di Bali, tarianTari Andir mengunakan api adalah ritual sebelum akil balik bagi gadis-gadis berusia tujuh tahun yang belum datang bulan. Di Bali Anda hanya harus melihat tiga tarian paling terkenal di negara ini. Tari Sanghyang (Trance), Kecak (Tari Monyet) dan Tari Api adalah tiga pertunjukan yang benar-benar akan membuat kunjungan Anda ke Bali lebih istimewa. Di Yogyakarta, pertunjukan Ramayana kadang memiliki adegan ketika Hanuman dan Shinta masuk ke lautan api dan kembali baik-baik saja.

Pertujukan kebal api dan ritual berjalan api telah dipraktekkan di Argentina, Australia, Brasil, Bulgaria, Burma, China, Mesir, Fiji, Yunani, Haiti, Hawaii, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Selandia Baru, Pakistan, Filipina, Singapura, Spanyol, Sri Lanka, Thailand, Tibet, Trinidad, Afrika Selatan, dan masih banyak lagi.

Jadi apa rahasia yang semua orang di bagian dunia ini dan berbagai budaya kuno ini tahu tentang firewalking yang kita tidak tahu?

Mereka telah mengubah sudut pandang mereka tentang api dan bahkan menginkulturasikan api dalam upacara dan ritual untuk meningkatkan kesejahteraan dan memohon kebaikan bagi komunitas mereka. Dan semakin banyak orang paham bahwa manfaat dari berjalan dengan api jelas lebih besar daripada risikonya.

Untuk pelatihan menggunakan metode firewalking hubungi +6281212551888 atau +6281288220888

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *